Apa yang Anda Lakukan Saat Anak Kejang Demam Mendadak?

- Jumat, Mei 17, 2019
order gelang step asli via WA sekali klik
testimoni gelang step
orangtua panik saat anak kejang demam sesaat

Gelangstep.com - Kejang demam selalu menjadi momok bagi ayah bunda. Fenomena itu terjadi pada saat anak kejang, yaitu mata mendelik, kaku-kelojotan, dan lidah tergigit, tak ayal membuat orangtua panik. Namun benarkah kejang demam berbahaya?

Apa yang terjadi bila anak kejang?
Sebagian besar kejang demam merupakan kejang umum. Bentuk kejang umum yang sering dijumpai adalah mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip, kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti kelojotan, dan saat kejang anak tidak sadar tidak memberi respons apabila dipanggil atau diperintah. Setelah kejang anak sadar kembali. Umumnya kejang demam akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Apa penyebab kejang demam?
Penyebab kejang demam adalah demam karena terjadi secara mendadak. Demam dapat disebabkan infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi saluran napas atas. Tidak diketahui secara pasti mengapa demam dapat menyebabkan kejang pada satu anak dan tidak pada anak lainnya, namun diduga karena adanya faktor genetik ikut berperan. Setiap anak juga memiliki suhu ambang kejang demam berbeda: demam mengakibatkan kejang pada suhu thirty eight derajat selsius, ADA yang terjadi pula baru mengalami kejang pada suhu empat puluh (40) derajat selsius.

Apakah sebenarnya kejang demam itu?
Kejang demam adalah kejang akibat terjadi pada kenaikan suhu tubuh (38) derajat selsius atau lebih karena disebabkan proses di luar otak. Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia enam bulan sampai lima tahun. Ciri khas kejang demam adalah demamnya mendahului kejang, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali.

Apa yang harus dilakukan bila anak kejang?


  1. Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal-hal berikut:
  2. Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak.
  3. Letakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah.
  4. Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang.
  5. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Memasukkan sendok, kayu, jari orangtua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka.

Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orangtua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di atas, obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Amati apa apa yang sedang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat.

Bagaimana cara mencegah kejang demam?
Pencegahan kejang demam kali pertama tentu dengan usaha menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen.

Hindari obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat, karena obat tersebut dapat menyebabkan efek samping serius pada anak. Pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu.

Sebaiknya orangtua memiliki termometer di rumah dan mengukur suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul.

Pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang demam dengan kondisi tertentu.

Apakah kejang demam membuat anak menjadi bodoh atau menderita epilepsi di kemudian hari?
Kejang demam tidak berpengaruh terhadap perkembangan atau kecerdasan anak. Biasanya kejang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun.

Sebagian besar anak kecil pernah mengalami kejang demam kelak tumbuh dan berkembang secara biasa tanpa adanya kelainan.

Epilepsi terjadi pada kurang dari 5 persen anak kejang demam, dan biasanya pada anak-anak ini terdapat faktor risiko lain. Oleh karena itu, sebagian besar anak dengan kejang demam tidak memerlukan bermacam pemeriksaan seperti rekam otak atau elektroensefalografi (EEG) atau CT scan.

Kapan orangtua perlu khawatir?
Tidak semua kejang anak disertai demam adalah kejang demam. Apabila terjadi kejang disertai demam di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun, maka perlu disingkirkan penyebab kejang lainnya, misalnya epilepsi atau radang otak.

Jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dengan baik, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain, terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis). Evaluasi lebih lanjut juga diperlukan apabila anak pernah kejang tanpa demam.

Walau tampak menakutkan, umumnya kejang demam tidak berbahaya, tidak merusak otak, tidak mengganggu kecerdasan anak, dan akan menghilang sendiri seiring bertambahnya usia. Dengan demikian, anak bunda tidak perlu terlalu khawatir apabila buah hatinya mengalami kejang demam.[]

Keterangan:
mengatasi anak kejang atau step | kejang demam pada anak adalah | kejang demam pada anak askep | penyebab anak kejang atau step | algoritma kejang anak | kejang demam berulang pada anak | kejang pada anak cp | ciri kejang anak | anak kejang dan muntah | anak kejang dikasih kopi | anak kejang dan panas | kejang demam anak | anak kejang dalam islam | anti kejang anak | kejang anak balita | anak kejang bibir biru | anak kejang berkali kali | anak kejang berulang | kejang pd anak balita | obat kejang buat anak
Judul terbaru Tips lainnya
 

Ketik kata kunci yang Anda cari